The Problem Comes From The Cup!
Title : The Problem Comes From The Cup!
Author :@shHyoae
Genre : Fantasy, AU, AT
Rating : G
Type :Vignette
Cast :
Point of View : Author
***
ini fanfic dari aricka ticka yang ngasih ini ke gue, khusus buat gue sama hyuk jae, hehe. :D
gua anggep ini hadiah ultah gue dari kamu eh,, hehe :D
ini repost yaa..
***
“Kau yang memecahkannya!”
“Bukan aku! Kau! Kau yang terbang dengan sapu terbangmu, lalu kau menyenggolnya hingga jatuh dan pecah. Bukan aku!”
“Tidak. Aku tidak menyenggolnya. Justru kau yang berlarian dan menyenggolnya sehingga jatuh. Kau yang memecahkannya.”
Dua orang anak kecil sedang bertengkar di teras sebuah rumah. Mereka saling menyalahkan lantaran keduanya tidak sengaja menjatuhkan sebuah cangkir kesayangan kakek mereka. Yang laki-laki bernama Lee Taemin, dan yang perempuan bernama Lee Hyun Ri. Mereka adalah kakak beradik.Taemin berusia 14 tahun, dan Hyun Ri berusia 4 tahun lebih muda daripada Taemin.
Taemin menyalahkan Hyun Ri, karena menurutnya Hyun Ri-lah yang berlarian mengejarnya, dan kemudian menyenggol cangkir itu sehingga jatuh dan pecah. Tapi, menurut Hyun Ri, Taemin yang memecahkannya saat Taemin sedang bermain sapu terbang. Keduanya saling menyalahkan dan tidak ada yang mau mengalah.
“Akan kuadukan kau kepada kakek!” Ancam Taemin.
“Adukan saja. Kakek pasti tidak akan mempercayaimu. Karena kakek lebih menyayangiku daripada kau!”
“Kata siapa? Kakek menyayangiku! Buktinya, aku dibelikan sapu terbang dari toko sapu terbang terkenal, Dravo Cassia! Kalau kau? Kau tidak dibelikan kakek sapu terbang kan? Berarti kakek lebih menyayangiku!”
“Taemin! Hyun Ri! Kenapa kalian ribut sekali?” Tanya seorang kakek tua yang beru saja datang. Taemin dan Hyun Ri terkejut melihat kedatangan kakek mereka. Lee Hyuk Jae! “Kakek?!”
Ucap Taemin dan Hyun Ri bersamaan.
“Apa yang sedang kalian...” Hyuk Jae menghentikan langkahnya saat tak sengaja tongkatnya menyentuh pecahan cangkir dan menimbulkan bunyi yang khas. “Ini... ini pecahan apa? Siapa yang begitu ceroboh sampai tak membereskan pecahan kaca seperti ini?”
Hyuk Jae berjongkok dan memunguti pecahan itu. Taemin dan Hyun Ri terlihat gelisah. Mereka saling melirik. Seolah berkata, kau harus menjelaskannya! Kau yang menjelaskannya!
“Kakek,” Taemin akhirnya mulai angkat bicara. “Se-sebenarnya... eng... itu... itupe-pecahan cangkir kakek.” Jelas Taemin.
Hyuk Jae berhenti memunguti pecahan itu. Ia segera berdiri dan berbalik menatap kedua cucunya itu. “Cangkirku??! Siapa yang begitu berani memecahkannya?” Tanya Hyuk Jae murka.
“Kami....” Aku Taemin dan Hyun Ri akhirnya.
“Apa??!!! Apa lagi kali ini yang kalian lakukan sehingga memecahkan cangkirku?!”
“A-Aku bermain sapu terbang.” Jawab Taemin.
“Dan aku berlarian.” Jawab Hyun Ri.
“Kalian akan dihukum karena hal ini!” Ucap Hyuk Jae. “Kalian harus membawakanku kunang-kunang perak dari hutan Affycts!”
“APAAA??!!” Teriak Taemin dan Hyun Ri kaget.
“Tapi, kunang-kunang jenis itu kan sudah langka sekali, kek. Kenapa bukan kunang-kunang hijau saja?” Protes Hyun Ri.
“Langka bukan berarti punah kan? Kalian harus mendapatkannya! Salah satu diantara kalian yang berhasil mendapatkannya, akan aku beri tongkat sihir.”
“Tongkat sihir?!” Seru Taemin dan Hyun Ri.
Mendengar kata tongkat sihir membuat semangat keduanya agak meninggi.
“Aku pasti akan membawakannya untuk kakek!” Seru Taemin.
“Tidak! Aku yang akan membawakannya untuk kakek lebih dulu!” Seru Hyun Ri.
Kemudian Hyun Ri berlari menuju hutan Affycts yang berjarak sekitar 25 meter dari rumah kakeknya. Taemin menyambar sapu terbangnya. Tapi Hyuk Jae menahan sapunya. Ia menggeleng. Yang berarti tidak boleh ada sapu terbang untuk kali ini. Taemin mengalah. Ia lantas berlari menyusul Hyun Ri.
****
Hyun Ri berjalan perlahan mengitari sebuah pohon besar yang hampir mirip pohon Beringin. Tapi, sebenarnya itu adalah pohon Greeleffin. Pohon (yang menurut Hyun Ri) merupakan tempat kunang-kunang perak biasanya bersembunyi. Biasanya kunang-kunang perak berada di lubang-lubang pohon....menurutnya...
Taemin berhasil menyusul Hyun Ri. Ia terlihat sangat lelah. Nafasnya agak tersengal-sengal. Namun Hyun Ri tidak memperdulikannya. Ia terus berusaha mencari kunang-kunang perak dari satu pohon Greeleffin, ke pohon Greeleffin lainnya.
“Hegh... huhh, capek sekali. Hey, apa yang kau lakukan dongsaengku?” Tanya Taemin.
“Tentu saja aku sedang mencari kunang-kunang perak. Apa kau tidak lihat?” Jawab Hyun Ri ketus.
“Memangnya kunang-kunang perak ada di pohon Greeleffin? Bukannya kunang-kunang perak itu ada di pohon Harfistell?”
“Harfistell? Tapi... kata temanku...” Hyun Ri mulai terlihat agak ragu.
“Atau, kalau kau mau cara yang lebih mudah lagi untuk menemukannya. Bisa menggunakan mantra flytchked.”
“Tapi, aku kan masih di tingkat 2. Sedangkan mantra flytchked itu pasti diajarkan pada tingkat 4 se-sepertimu.”
“Memang.” Taemin mulai menemukan permainannya.
“Jadi, yang bisa menggunakannya hanya kau.”
“Lalu? Apa kau mau aku membantumu?”
“Mwo? Membantuku? A-apa oppa tidak salah bicara?” Hyun Ri mengerutkan dahi.
“Tentu tidak. Aku serius. Kalau aku membantumu, atau, kalau kita saling membantu. Kita akan lebih cepat menemukan kunang-kunang itu. Bahkan kita bisa menangkap banyak kunang-kunang perak. Jadi, kita bisa menunjukkannya pada kakek. Dan kita akan sama-sama mendapat tongkat sihir.” Usul Taemin..
Hyun Ri mulai memikirkan usulan kakaknya itu. Apa yang diusulkan kakaknya itu memang benar. Tapi... Hyun Ri masih agak ragu dengan Taemin yang sering sekali berbuat usil. Jadi, menurut Hyun Ri kecil kemungkinan kalau Taemin akan berlaku jujur dan sportif kali ini.
Tapi, ini kesempatan yang bagus. Mantra flytchked (kata teman-temannya) memang satu-satunya cara terampuh memanggil kunang-kunang perak. Taemin menunggu dengan kesal. Hyun Ri menemukan jawabannya.
“Tapi berjanjilah untuk berlaku sportif.” Ucap Hyun Ri akhirnya.
Taemin tersenyum kecil. “Baiklah.” Jawabnya. Hanya untuk waktu ini aku berjanji, imbuh Taemin dalam hatinya.
“Cepat rapalkan mantranya!” Perintah Hyun Ri. “Kau tau ini hampir gelap, oppa. Sebentar lagi malam.”
“Iya.” Jawab Taemin agak ketus. “Flytchka Catchgo.” Ucap Taemin merapalkan mantranya.
Dan tak lama kemudian, sekumpulan kunang-kunang perak keluar dari pohon Harfistell. Kunang-kunang itu mengeluarkan cahaya indah berwarna keperakan dari ekornya. Hyun Ri dibuat takjub melihatnya.
“Apa kubilang. Mereka di pohon Harfistell.” Ucap Taemin membuat Hyun Ri tersadar dari ketakjubannya.
“Ne, ne. Mianhae. Kalau begitu, ayo kita tangkap kunang-kunangnya!” Ajak Hyun Ri bersemangat.
“Kita? Tidak. Hanya aku yang akan menangkapnya. Hap!” Taemin menangkap satu kunang-kunang perak. “Flytchbeek Leavist.” Taemin merapalkan sebuah mantra yang merupakan mantra untuk membuat kunang-kunang perak itu kembali ke tempat ‘persembunyian’ mereka.
“YA! Kenapa kau kembalikan kunang-kunang itu? Kau curang! Kau melanggar janjimu!” Protes Hyun Ri marah.
Taemin terkekeh. “Tidak. Tadi, aku bilang ‘baiklah’. Tapi hanya untuk tadi saja. Hanya untuk waktu tadi. Hanya untuk saat aku berkata ‘baiklah’saja.”
“Tidak. Kau hanya bilang ‘baiklah’. Kau curang, oppa!”
“Ya, aku bilang. Aku mengatakannya dalam hati!” Tukas Taemin. Lalu ia cepat-cepat berlari meninggalkan Hyun Ri.
“Oppa! Tunggu! Kembali! Kau harus memanggil kunang-kunang itu lagi! Apa mantranya? Cepat katakan! Aku lupa mantranya! Oppa! Oppa!” Panggil Hyun Ri sambil berlari mengejar Taemin.
Tapi Taemin tidak memperdulikannya. Ia terus saja berlari. Hyun Ri berusaha menambah kecepatannya. Dan... hap! Hyun Ri berhasil menangkap bagian belakang jubah Taemin. Taemin jadi hampir jatuh ke belakang.
“YA! Hyun Ri! Kau tidak sopan pada kakakmu!” Bentak Taemin.
“Aku tidak peduli! Oppa cepat panggilkan kunang-kunang itu lagi! Atau aku ambil kunang-kunangmu!”
Hyun Ri berusaha merebut kunang-kunang perak yang diletakkan Taemin di sebuah toples kecil bekas selai. Akhirnya, terjadi tarik menarik toples antar mereka. Hyuk Jae yang mendengar ribut-ribut di teras rumahnya segera keluar untuk melihat.
“Ada apa ini?” Tanya Hyuk Jae.
“Kakek! Aku mendapatkan kunang-kunangnya lebih dulu!” Teriak Taemin sambil tetap mempertahankan toplesnya.
“Tidak! Taemin oppa curang! Dia memakai mantra! Dia tadi berjanji untuk memberiku kunang-kunangnya juga.” Balas Hyun Ri.
“Berikan padaku Hyun Ri!”
“Tidak! Taemin oppa curang!”
“Berikan padaku!”
“Tidak! Harusnya ini milikku!”
“BERHENTI!!!!” Teriak Hyuk Jae.
Taemin dan Hyun Ri menghentikan tarik-tarikan mereka. Hyuk Jae merebut toples berisi kunang-kunang itu. Ia mengamati kunang-kunang yang berada di dalamnya.
“Dasar bodoh! Ini bukan kunang-kunang perak! Kau salah tangkap! Ini kunang-kunang putih! Pasti kau menggunakan mantra flytchked. Apa kau lupa, mantra itu juga digunakan untuk memanggil kunang-kunang putih! Dasar bodoh! Kau harusnya menelitinya dulu!” Bentak Hyuk Jae.
“APAA??!!!” Seru Taemin dan Hyun Ri kaget.
Taemin dan Hyun Ri menunduk.”Maaf, kek. Kami menyesal telah memecahkan cangkirmu. Tapi, aku mohon jangan hukum kamu lagi karena ini.” Pinta Hyun Ri.
“Iya, kek. Aku juga minta maaf. Aku lupa. Aku ceroboh. Maafkan kami, kek. Tapi, aku mohon jangan hukum kami lagi karena ini.” Pinta Taemin.
Hyuk Jae geleng-geleng kepala mendengar permintaan maaf kedua cucunya itu. Bukannya menolak permintaan maafnya. Hanya saja karena sedikit ’geregetan’ melihat kelakuan cucu-cucunya itu.
“Ya sudah, tidak apa-apa. Sekarang, lebih baik kalian berbaikan dan berjanji untuk tidak bertengkar lagi.” Suruh Hyuk Jae.
Taemin mengulurkan tangan ke Hyun Ri, “Maafkan aku, saeng.”
Hyun Ri membalas uluran tangan Taemin, “Aku juga, oppa.”
Taemin memeluk adiknya sebagai tanda kalau ia benar-benar tulus meminta maaf pada Hyun Ri. Hyun Ri membalas pelukan kakaknya itu. Hyuk Jae tersenyum.
“Yahh, karena kalian sudah berusaha keras walaupun... sedikit curang. Tapi, yahh... ini tongkat sihir kalian. Hati-hati menggunakannya.”
Hyuk Jae menyerahkan 2 tongkat sihir kepada Taemin dan Hyun Ri. Keduanya menerimanya dengan mata berbinar. Seperti Kapten Hook yang baru saja menemukan sepeti harta karun milik Peterpan.
“Terima kasih, kakek!” ucap keduanya serempak.
“Ya, sama-sama. Dan, kakek juga ingin mengaku pada kalian. Kalau sebenarnya... umm... itu cangkir biasa yang baru kakek beli di pasar loak yang motifnya sama dan harganya murah sekali.”
“APAAA???!!!” Seru Taemin dan Hyun Ri terkejut dengan pernyataan kakeknya itu. “KAAAAAKEEEEEEEEEEKKKK!!!”
Whumm!! Hyuk Jae langsung merapalkan mantra yang membuat ia langsung menghilang dalam sekejap, agar Taemin dan Hyun Ri tidak menghajarnya. xP
“Awas saja kalau kakek kembali!!!” Gumam Taemin ketus.
***
Author :@shHyoae
Genre : Fantasy, AU, AT
Rating : G
Type :Vignette
Cast :
- Lee Taemin
- Lee Hyun Ri
- Lee Hyuk Jae
Point of View : Author
***
ini fanfic dari aricka ticka yang ngasih ini ke gue, khusus buat gue sama hyuk jae, hehe. :D
gua anggep ini hadiah ultah gue dari kamu eh,, hehe :D
ini repost yaa..
***
“Kau yang memecahkannya!”
“Bukan aku! Kau! Kau yang terbang dengan sapu terbangmu, lalu kau menyenggolnya hingga jatuh dan pecah. Bukan aku!”
“Tidak. Aku tidak menyenggolnya. Justru kau yang berlarian dan menyenggolnya sehingga jatuh. Kau yang memecahkannya.”
Dua orang anak kecil sedang bertengkar di teras sebuah rumah. Mereka saling menyalahkan lantaran keduanya tidak sengaja menjatuhkan sebuah cangkir kesayangan kakek mereka. Yang laki-laki bernama Lee Taemin, dan yang perempuan bernama Lee Hyun Ri. Mereka adalah kakak beradik.Taemin berusia 14 tahun, dan Hyun Ri berusia 4 tahun lebih muda daripada Taemin.
Taemin menyalahkan Hyun Ri, karena menurutnya Hyun Ri-lah yang berlarian mengejarnya, dan kemudian menyenggol cangkir itu sehingga jatuh dan pecah. Tapi, menurut Hyun Ri, Taemin yang memecahkannya saat Taemin sedang bermain sapu terbang. Keduanya saling menyalahkan dan tidak ada yang mau mengalah.
“Akan kuadukan kau kepada kakek!” Ancam Taemin.
“Adukan saja. Kakek pasti tidak akan mempercayaimu. Karena kakek lebih menyayangiku daripada kau!”
“Kata siapa? Kakek menyayangiku! Buktinya, aku dibelikan sapu terbang dari toko sapu terbang terkenal, Dravo Cassia! Kalau kau? Kau tidak dibelikan kakek sapu terbang kan? Berarti kakek lebih menyayangiku!”
“Taemin! Hyun Ri! Kenapa kalian ribut sekali?” Tanya seorang kakek tua yang beru saja datang. Taemin dan Hyun Ri terkejut melihat kedatangan kakek mereka. Lee Hyuk Jae! “Kakek?!”
Ucap Taemin dan Hyun Ri bersamaan.
“Apa yang sedang kalian...” Hyuk Jae menghentikan langkahnya saat tak sengaja tongkatnya menyentuh pecahan cangkir dan menimbulkan bunyi yang khas. “Ini... ini pecahan apa? Siapa yang begitu ceroboh sampai tak membereskan pecahan kaca seperti ini?”
Hyuk Jae berjongkok dan memunguti pecahan itu. Taemin dan Hyun Ri terlihat gelisah. Mereka saling melirik. Seolah berkata, kau harus menjelaskannya! Kau yang menjelaskannya!
“Kakek,” Taemin akhirnya mulai angkat bicara. “Se-sebenarnya... eng... itu... itupe-pecahan cangkir kakek.” Jelas Taemin.
Hyuk Jae berhenti memunguti pecahan itu. Ia segera berdiri dan berbalik menatap kedua cucunya itu. “Cangkirku??! Siapa yang begitu berani memecahkannya?” Tanya Hyuk Jae murka.
“Kami....” Aku Taemin dan Hyun Ri akhirnya.
“Apa??!!! Apa lagi kali ini yang kalian lakukan sehingga memecahkan cangkirku?!”
“A-Aku bermain sapu terbang.” Jawab Taemin.
“Dan aku berlarian.” Jawab Hyun Ri.
“Kalian akan dihukum karena hal ini!” Ucap Hyuk Jae. “Kalian harus membawakanku kunang-kunang perak dari hutan Affycts!”
“APAAA??!!” Teriak Taemin dan Hyun Ri kaget.
“Tapi, kunang-kunang jenis itu kan sudah langka sekali, kek. Kenapa bukan kunang-kunang hijau saja?” Protes Hyun Ri.
“Langka bukan berarti punah kan? Kalian harus mendapatkannya! Salah satu diantara kalian yang berhasil mendapatkannya, akan aku beri tongkat sihir.”
“Tongkat sihir?!” Seru Taemin dan Hyun Ri.
Mendengar kata tongkat sihir membuat semangat keduanya agak meninggi.
“Aku pasti akan membawakannya untuk kakek!” Seru Taemin.
“Tidak! Aku yang akan membawakannya untuk kakek lebih dulu!” Seru Hyun Ri.
Kemudian Hyun Ri berlari menuju hutan Affycts yang berjarak sekitar 25 meter dari rumah kakeknya. Taemin menyambar sapu terbangnya. Tapi Hyuk Jae menahan sapunya. Ia menggeleng. Yang berarti tidak boleh ada sapu terbang untuk kali ini. Taemin mengalah. Ia lantas berlari menyusul Hyun Ri.
****
Hyun Ri berjalan perlahan mengitari sebuah pohon besar yang hampir mirip pohon Beringin. Tapi, sebenarnya itu adalah pohon Greeleffin. Pohon (yang menurut Hyun Ri) merupakan tempat kunang-kunang perak biasanya bersembunyi. Biasanya kunang-kunang perak berada di lubang-lubang pohon....menurutnya...
Taemin berhasil menyusul Hyun Ri. Ia terlihat sangat lelah. Nafasnya agak tersengal-sengal. Namun Hyun Ri tidak memperdulikannya. Ia terus berusaha mencari kunang-kunang perak dari satu pohon Greeleffin, ke pohon Greeleffin lainnya.
“Hegh... huhh, capek sekali. Hey, apa yang kau lakukan dongsaengku?” Tanya Taemin.
“Tentu saja aku sedang mencari kunang-kunang perak. Apa kau tidak lihat?” Jawab Hyun Ri ketus.
“Memangnya kunang-kunang perak ada di pohon Greeleffin? Bukannya kunang-kunang perak itu ada di pohon Harfistell?”
“Harfistell? Tapi... kata temanku...” Hyun Ri mulai terlihat agak ragu.
“Atau, kalau kau mau cara yang lebih mudah lagi untuk menemukannya. Bisa menggunakan mantra flytchked.”
“Tapi, aku kan masih di tingkat 2. Sedangkan mantra flytchked itu pasti diajarkan pada tingkat 4 se-sepertimu.”
“Memang.” Taemin mulai menemukan permainannya.
“Jadi, yang bisa menggunakannya hanya kau.”
“Lalu? Apa kau mau aku membantumu?”
“Mwo? Membantuku? A-apa oppa tidak salah bicara?” Hyun Ri mengerutkan dahi.
“Tentu tidak. Aku serius. Kalau aku membantumu, atau, kalau kita saling membantu. Kita akan lebih cepat menemukan kunang-kunang itu. Bahkan kita bisa menangkap banyak kunang-kunang perak. Jadi, kita bisa menunjukkannya pada kakek. Dan kita akan sama-sama mendapat tongkat sihir.” Usul Taemin..
Hyun Ri mulai memikirkan usulan kakaknya itu. Apa yang diusulkan kakaknya itu memang benar. Tapi... Hyun Ri masih agak ragu dengan Taemin yang sering sekali berbuat usil. Jadi, menurut Hyun Ri kecil kemungkinan kalau Taemin akan berlaku jujur dan sportif kali ini.
Tapi, ini kesempatan yang bagus. Mantra flytchked (kata teman-temannya) memang satu-satunya cara terampuh memanggil kunang-kunang perak. Taemin menunggu dengan kesal. Hyun Ri menemukan jawabannya.
“Tapi berjanjilah untuk berlaku sportif.” Ucap Hyun Ri akhirnya.
Taemin tersenyum kecil. “Baiklah.” Jawabnya. Hanya untuk waktu ini aku berjanji, imbuh Taemin dalam hatinya.
“Cepat rapalkan mantranya!” Perintah Hyun Ri. “Kau tau ini hampir gelap, oppa. Sebentar lagi malam.”
“Iya.” Jawab Taemin agak ketus. “Flytchka Catchgo.” Ucap Taemin merapalkan mantranya.
Dan tak lama kemudian, sekumpulan kunang-kunang perak keluar dari pohon Harfistell. Kunang-kunang itu mengeluarkan cahaya indah berwarna keperakan dari ekornya. Hyun Ri dibuat takjub melihatnya.
“Apa kubilang. Mereka di pohon Harfistell.” Ucap Taemin membuat Hyun Ri tersadar dari ketakjubannya.
“Ne, ne. Mianhae. Kalau begitu, ayo kita tangkap kunang-kunangnya!” Ajak Hyun Ri bersemangat.
“Kita? Tidak. Hanya aku yang akan menangkapnya. Hap!” Taemin menangkap satu kunang-kunang perak. “Flytchbeek Leavist.” Taemin merapalkan sebuah mantra yang merupakan mantra untuk membuat kunang-kunang perak itu kembali ke tempat ‘persembunyian’ mereka.
“YA! Kenapa kau kembalikan kunang-kunang itu? Kau curang! Kau melanggar janjimu!” Protes Hyun Ri marah.
Taemin terkekeh. “Tidak. Tadi, aku bilang ‘baiklah’. Tapi hanya untuk tadi saja. Hanya untuk waktu tadi. Hanya untuk saat aku berkata ‘baiklah’saja.”
“Tidak. Kau hanya bilang ‘baiklah’. Kau curang, oppa!”
“Ya, aku bilang. Aku mengatakannya dalam hati!” Tukas Taemin. Lalu ia cepat-cepat berlari meninggalkan Hyun Ri.
“Oppa! Tunggu! Kembali! Kau harus memanggil kunang-kunang itu lagi! Apa mantranya? Cepat katakan! Aku lupa mantranya! Oppa! Oppa!” Panggil Hyun Ri sambil berlari mengejar Taemin.
Tapi Taemin tidak memperdulikannya. Ia terus saja berlari. Hyun Ri berusaha menambah kecepatannya. Dan... hap! Hyun Ri berhasil menangkap bagian belakang jubah Taemin. Taemin jadi hampir jatuh ke belakang.
“YA! Hyun Ri! Kau tidak sopan pada kakakmu!” Bentak Taemin.
“Aku tidak peduli! Oppa cepat panggilkan kunang-kunang itu lagi! Atau aku ambil kunang-kunangmu!”
Hyun Ri berusaha merebut kunang-kunang perak yang diletakkan Taemin di sebuah toples kecil bekas selai. Akhirnya, terjadi tarik menarik toples antar mereka. Hyuk Jae yang mendengar ribut-ribut di teras rumahnya segera keluar untuk melihat.
“Ada apa ini?” Tanya Hyuk Jae.
“Kakek! Aku mendapatkan kunang-kunangnya lebih dulu!” Teriak Taemin sambil tetap mempertahankan toplesnya.
“Tidak! Taemin oppa curang! Dia memakai mantra! Dia tadi berjanji untuk memberiku kunang-kunangnya juga.” Balas Hyun Ri.
“Berikan padaku Hyun Ri!”
“Tidak! Taemin oppa curang!”
“Berikan padaku!”
“Tidak! Harusnya ini milikku!”
“BERHENTI!!!!” Teriak Hyuk Jae.
Taemin dan Hyun Ri menghentikan tarik-tarikan mereka. Hyuk Jae merebut toples berisi kunang-kunang itu. Ia mengamati kunang-kunang yang berada di dalamnya.
“Dasar bodoh! Ini bukan kunang-kunang perak! Kau salah tangkap! Ini kunang-kunang putih! Pasti kau menggunakan mantra flytchked. Apa kau lupa, mantra itu juga digunakan untuk memanggil kunang-kunang putih! Dasar bodoh! Kau harusnya menelitinya dulu!” Bentak Hyuk Jae.
“APAA??!!!” Seru Taemin dan Hyun Ri kaget.
Taemin dan Hyun Ri menunduk.”Maaf, kek. Kami menyesal telah memecahkan cangkirmu. Tapi, aku mohon jangan hukum kamu lagi karena ini.” Pinta Hyun Ri.
“Iya, kek. Aku juga minta maaf. Aku lupa. Aku ceroboh. Maafkan kami, kek. Tapi, aku mohon jangan hukum kami lagi karena ini.” Pinta Taemin.
Hyuk Jae geleng-geleng kepala mendengar permintaan maaf kedua cucunya itu. Bukannya menolak permintaan maafnya. Hanya saja karena sedikit ’geregetan’ melihat kelakuan cucu-cucunya itu.
“Ya sudah, tidak apa-apa. Sekarang, lebih baik kalian berbaikan dan berjanji untuk tidak bertengkar lagi.” Suruh Hyuk Jae.
Taemin mengulurkan tangan ke Hyun Ri, “Maafkan aku, saeng.”
Hyun Ri membalas uluran tangan Taemin, “Aku juga, oppa.”
Taemin memeluk adiknya sebagai tanda kalau ia benar-benar tulus meminta maaf pada Hyun Ri. Hyun Ri membalas pelukan kakaknya itu. Hyuk Jae tersenyum.
“Yahh, karena kalian sudah berusaha keras walaupun... sedikit curang. Tapi, yahh... ini tongkat sihir kalian. Hati-hati menggunakannya.”
Hyuk Jae menyerahkan 2 tongkat sihir kepada Taemin dan Hyun Ri. Keduanya menerimanya dengan mata berbinar. Seperti Kapten Hook yang baru saja menemukan sepeti harta karun milik Peterpan.
“Terima kasih, kakek!” ucap keduanya serempak.
“Ya, sama-sama. Dan, kakek juga ingin mengaku pada kalian. Kalau sebenarnya... umm... itu cangkir biasa yang baru kakek beli di pasar loak yang motifnya sama dan harganya murah sekali.”
“APAAA???!!!” Seru Taemin dan Hyun Ri terkejut dengan pernyataan kakeknya itu. “KAAAAAKEEEEEEEEEEKKKK!!!”
Whumm!! Hyuk Jae langsung merapalkan mantra yang membuat ia langsung menghilang dalam sekejap, agar Taemin dan Hyun Ri tidak menghajarnya. xP
“Awas saja kalau kakek kembali!!!” Gumam Taemin ketus.
***
Komentar
Posting Komentar
Please don't be silent reader, just here and left your comment and i will be glad to see :). NO SARCASM COMMENT and SARA !