Berdamai Dengan Rokok.
Rokok itu, pilihan hidup. Gue masih berfikir, betapa childish -nya gue dulu, menyangka bahwa orang yang merokok itu buruk. Mindset gue di- setting sedemikian rupa untuk mempunyai pemikiran, yang bahkan gue bilang itu masih sempit. Kenapa gue bilang sempit? Karena, gue masih melihat semua faktor hidup hanya dari satu sisi yang mau gue lihat aja. Gue pada saat itu, belum pernah mencoba untuk memperluas pandangan gue dan memperlebar wawasan hidup gue. Gue masih berusaha stuck dan bertahan pada idealisme gue. Rokok itu buruk, kalau lo ngerokok berarti lo ngga sayang sama diri lo sendiri. Pemikiran seperti itu gue dapat dari lingkungan kecil gue, semua orang menuntut. Ini jelek, ini jelek, itu jelek, itu gak baik. Semua disebut yang gak baik menurut mereka. Tapi, baik buruknya sesuatu, jelek baiknya sesuatu, ya semua balik lagi atas dasar pribadi masing-masing. Menurut kita jelek, bisa saja menurut dia bagus. Menurut kita baik, belum tentu baik menurut mereka.