Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Berdamai Dengan Rokok.

Rokok itu, pilihan hidup. Gue masih berfikir, betapa childish -nya gue dulu, menyangka bahwa orang yang merokok itu buruk. Mindset gue di- setting sedemikian rupa untuk mempunyai pemikiran, yang bahkan gue bilang itu masih sempit. Kenapa gue bilang sempit? Karena, gue masih melihat semua faktor hidup hanya dari satu sisi yang mau gue lihat aja. Gue pada saat itu, belum pernah mencoba untuk memperluas pandangan gue dan memperlebar wawasan hidup gue. Gue masih berusaha stuck  dan bertahan pada idealisme gue. Rokok itu buruk, kalau lo ngerokok berarti lo ngga sayang sama diri lo sendiri. Pemikiran seperti itu gue dapat dari lingkungan kecil gue, semua orang menuntut. Ini jelek, ini jelek, itu jelek, itu gak baik. Semua disebut yang gak baik menurut mereka.  Tapi, baik buruknya sesuatu, jelek baiknya sesuatu, ya semua balik lagi atas dasar pribadi masing-masing. Menurut kita jelek, bisa saja menurut dia bagus. Menurut kita baik, belum tentu baik menurut mereka.

Thankyou, Middle End 2019.

Terkadang setiap umat manusia itu perlu waktu untuk bisa menikmati hidup. Dan mereka, tak bosan-bosannya terus-terusan mencari kenikmatan tersebut. Dan setiap manusia mempunyai cara dan jalan yang berbeda-beda untuk menikmati hidup mereka. Kembali ke dunia blogging. Gue kembali ke dunia menulis, akhirnya. Karena ternyata gue baru sadar stress relief paling gampang dan menenangkan adalah, menulis. Jauh lebih gampang dibanding harus cape cari orang buat curhat, atau cerita panjang lebar sama orang yang belum tentu orang itu mau dan paham apa yang kita rasain. Menulis menjadi salah satu sarana, yang lo gak perduli dibaca apa enggak, tapi setidaknya, lo gak pernah ngerasa kalau menulis itu membuat lo merasa tertolak akan apa yang sudah lo tulis. Disini, gue mau cerita satu hal, yang sampai saat ini gue masih terlalu feel amazed buat mengingat semua perjalanan singkatnya. Terlalu cepat. Terlalu mendadak. Terlalu tiba-tiba. Terlalu. Terlalu. Terlalu. Semuanya, sungguh terlalu. D...