Kuliah, Kerja, dan Cinta
Rasanya gue perlu bilang sama mereka semua yang bilang kalo kuliah itu enak. Hell, dari mana enaknya? enak karena kuliahnya bebas nggak perlu terpaku sama seragam bebas karena nggak seharian, bebas ini bebas itu, masa transisi blablabla... Rasanya gue mesti merubah pola pikir lo semua. Lo mesti tau kalo KULIAH itu nggak semenyenangkan di FTV man!
Gue sekarang udah mau 2 tahun kuliah di kampus gue tercinta yang terpencil mengecil di sela-sela bangunan disalah satu jalanan Pejaten ini, dan semakin lama semakin lama, semua itu malah semakin ruwet, semakin memusingkan dan semakin membuat otak gue nggak sinkron dan nggak bener. Semua ini terlalu rumit untuk gue laluin, ini terlalu berat tuhaaaaan *sambil garuk garuk aspal*
Gue sadar bahwa hidup ini berputar sesuai pada porosnya, roda ini berjalan pula sesuai pada porosnya, dan kaki ini melangkah pun pula sesuai pada alur jalanan yang disediakan untuk roda melingkar dan kita berjalan diatasnya. Kita nggak pernah stuck pada suatu tempat. Kita nggak pernah stuck pada satu keadaan. Kita hanya stuck pada kondisi hati, kondisi jiwa yang membuat kita terlihat stuck pada satu keadaan.
Di kehidupan gue yang terlalu pelik ini, gue gak mungkin hanya berdiri dan duduk diam mengikuti jam kuliah kampus. Habis kuliah, terbitlah nongkrong. Nggak men. Gue bukan tipikal mahasiswa yang kuliah pulang kuliah pulang, tapi juga bukan tipikal mahasiswa yang kuliah nongkrong kuliah nongkrong. Tapi, mungkin kalo boleh dibilang gue adalah tipikal mahasiswa yang kuliah-nongkrong bentar-pulang kosan-makan-tidur-tidur-tidur-tidur.
Kalo bisa dibilang gue menghabiskan lebih dari setengah waktu di 24 jam gue buat tidur. Hanya tidur. Ntah kenapa gue mengelompokan tidur adalah salah satu aktifitas utama keseharian gue, selain istirahat. Gue itu punya dua penyakit yang sama sekali tidak berkesinambungan. Satu kebanyakan tidur. Dua insomnia. Entahlah atau mungkin karena waktu perjalanan dari Puncak ke Jakarta gue kejedot kereta. Gue juga ngga tau.
Tapi gue sadar kalo gue begini terus gue ga bakal maju men. Akan percuma waktu kuliah gue selama 3 tahun kalo hampir 45%-nya gue habisin buat tidur. Rasanya sia-sia banget nantinya hidup gue kalo gue hanya tidur dan tidur. Dan akhirnya gue move-on.
Gue mencoba mencari kesibukan lainpacaran salah satunya. Akhirnya gue punya kesibukan lain yang lebih berarti, gue ikut-ikut kerja di dosen dengan penghasilan 100-200 ribu yang lumayan buat beli mie ayam. Atau gue juga sekarang ikut-ikut temen gue. Yah, mencari kegiatan lain yang intinya jauh lebih berguna ketimbang tidur di kosan melanjah-melenjer ngga jelas.
Gue sadar bahwa di era globalisasi kayak sekarang, menghabiskan waktu kuliah selama 3,5 tahun tanpa mencari pengalaman dan ilmu sebanyak-banyaknya itu sia-sia men. SIA-SIA. Kalo lo menghabiskan waktu kuliah lo cuma dengan sekadar nongkrong sama temen, bercengkrama, jalan sana, jalan sini, tanpa lo menghabiskan waktu lo untuk mempraktekan ilmu kuliah lo. Gue jamin lo bakalan susah buat menempuh masa depan yang lebih jauh.
KENAPA?
Begini, lo tau kan Life Cycle paling fucking annoying didunia? Yup. Work Life Cycle. Kalo lo mau kerja, kebanyakan perusahaan itu mencari orang pengalaman. Kalo lo mau mencari pengalaman berarti lo harus kerja? So terus gue mesti gimana? Kebanyakan orang-orang fresh graduate itu kebingungan dalam mencari kerja, sebagian luntang-lantung, sebagian ada yang pintar langsung kerja dan DAPAT kerja. Sebagian ada yang acuh, sebagian ada yang nikah, dan sebagian sebagian lainnya. Dan dari pengelompokan sebagian ini, lo mau masuk kelompok sebagian yang mana. Kalo gue pastinya gue pengen terkelompokan dalam kelompok sebagian mahasiswa yang lulus dengan IP bagus dan sukses di dunia kerja. But to get it? It's hard way man..
Gue sadar bahwa hidup ini berputar sesuai pada porosnya, roda ini berjalan pula sesuai pada porosnya, dan kaki ini melangkah pun pula sesuai pada alur jalanan yang disediakan untuk roda melingkar dan kita berjalan diatasnya. Kita nggak pernah stuck pada suatu tempat. Kita nggak pernah stuck pada satu keadaan. Kita hanya stuck pada kondisi hati, kondisi jiwa yang membuat kita terlihat stuck pada satu keadaan.
Di kehidupan gue yang terlalu pelik ini, gue gak mungkin hanya berdiri dan duduk diam mengikuti jam kuliah kampus. Habis kuliah, terbitlah nongkrong. Nggak men. Gue bukan tipikal mahasiswa yang kuliah pulang kuliah pulang, tapi juga bukan tipikal mahasiswa yang kuliah nongkrong kuliah nongkrong. Tapi, mungkin kalo boleh dibilang gue adalah tipikal mahasiswa yang kuliah-nongkrong bentar-pulang kosan-makan-tidur-tidur-tidur-tidur.
Kalo bisa dibilang gue menghabiskan lebih dari setengah waktu di 24 jam gue buat tidur. Hanya tidur. Ntah kenapa gue mengelompokan tidur adalah salah satu aktifitas utama keseharian gue, selain istirahat. Gue itu punya dua penyakit yang sama sekali tidak berkesinambungan. Satu kebanyakan tidur. Dua insomnia. Entahlah atau mungkin karena waktu perjalanan dari Puncak ke Jakarta gue kejedot kereta. Gue juga ngga tau.
Tapi gue sadar kalo gue begini terus gue ga bakal maju men. Akan percuma waktu kuliah gue selama 3 tahun kalo hampir 45%-nya gue habisin buat tidur. Rasanya sia-sia banget nantinya hidup gue kalo gue hanya tidur dan tidur. Dan akhirnya gue move-on.
Gue mencoba mencari kesibukan lain
Gue sadar bahwa di era globalisasi kayak sekarang, menghabiskan waktu kuliah selama 3,5 tahun tanpa mencari pengalaman dan ilmu sebanyak-banyaknya itu sia-sia men. SIA-SIA. Kalo lo menghabiskan waktu kuliah lo cuma dengan sekadar nongkrong sama temen, bercengkrama, jalan sana, jalan sini, tanpa lo menghabiskan waktu lo untuk mempraktekan ilmu kuliah lo. Gue jamin lo bakalan susah buat menempuh masa depan yang lebih jauh.
KENAPA?
Begini, lo tau kan Life Cycle paling fucking annoying didunia? Yup. Work Life Cycle. Kalo lo mau kerja, kebanyakan perusahaan itu mencari orang pengalaman. Kalo lo mau mencari pengalaman berarti lo harus kerja? So terus gue mesti gimana? Kebanyakan orang-orang fresh graduate itu kebingungan dalam mencari kerja, sebagian luntang-lantung, sebagian ada yang pintar langsung kerja dan DAPAT kerja. Sebagian ada yang acuh, sebagian ada yang nikah, dan sebagian sebagian lainnya. Dan dari pengelompokan sebagian ini, lo mau masuk kelompok sebagian yang mana. Kalo gue pastinya gue pengen terkelompokan dalam kelompok sebagian mahasiswa yang lulus dengan IP bagus dan sukses di dunia kerja. But to get it? It's hard way man..
Ada pepatah yang mengatakan bahwa, apa yang lo lakukan hari ini bakal menentukan diri lo 5 tahun ke depan, Yup! Sebenernya ini pepatah yang gue ambil dari sepenggal kejadian pilpres, lo pilih calon yang lo pilih, dan lo yang menentukan nasib Indonesia 5 tahun ke depan. Ya, sama seperti kehidupan kita sehari-hari. Lo tidur-tiduran sepanjang hari, 5 tahun ke depan lo mau jadi apa? Jadi tukang tidur?
Tapi gue ngomong begini pun bukan berarti gue berhasil move-on. NGGAK. Gue masih ko... kebanyakan tidur -_-, move on itu memang susah kawan. Move on bukan sekedar "kata" untuk representasi ketika kita sedang galau karena cinta, tapi move on juga bisa kok dipake buat kehidupan. Contoh gue mesti move on dari kegiatan dari tidur seharian, gue mesti move on dari mie ayam ke nasi goreng, gue mesti move on dari Korea dan sekarang ntah kemana aliran gue *DUARR!*
Gue, yang sekarang notabenenya mengemban beban berat sebagai mahasiswa yang mencoba sibuk dengan mengambil banyak pekerjaan belom sanggup buat manage waktu. Hard to say, kalo lo harus bagi semua waktu lo ke semua pihak yang ada di hidup lo.
Lo harus bagi hidup lo buat serius ke kuliah lo, bagi hidup lo buat mencoba mencari pengalaman kerja dan nyari duit sendir, bagi hidup lo buat seneng-seneng sama temen lo dan keluarga lo, bagi hidup lo buat bersyukur dan ibadah sama Allah dan bagi hidup lo buat seneng-seneng sama pacar lo juga. Itu adalah hal yang paling sulit dari yang tersulit.
Rasanya, waktu 24 jam itu amat sangat kurang buat gue, dalam sehari, rasanya gue gak puas. Terkadang gue ngerasa tidur itu sama sekali gak penting bagi gue yang kerjaannya jadi kelelawar, tapi tanpa tidur gue ga bisa mikir.
Selain lo bagi hidup dan juga waktu lo, lo juga harus bisa bagi fokus. Gimana lo bisa fokus sama kuliah lo kalo lo di kejar banyak deadline? Gimana lo bisa fokus sama kerjaan lo kalo lo lagi berantem sama pacar lo? Ohmeji..
Tapi yah, gue sadar bahwa semua yang gue lakukan, perjuangan yang perlahan ini, usaha kecil ini, pasti suatu saat akan ada hasil yang memuaskan. Jangan sampai lo mempermainkan hidup lo, sebelum hidup yang mempermainkan lo.
Cheerrs :)
Tapi gue ngomong begini pun bukan berarti gue berhasil move-on. NGGAK. Gue masih ko... kebanyakan tidur -_-, move on itu memang susah kawan. Move on bukan sekedar "kata" untuk representasi ketika kita sedang galau karena cinta, tapi move on juga bisa kok dipake buat kehidupan. Contoh gue mesti move on dari kegiatan dari tidur seharian, gue mesti move on dari mie ayam ke nasi goreng, gue mesti move on dari Korea dan sekarang ntah kemana aliran gue *DUARR!*
Gue, yang sekarang notabenenya mengemban beban berat sebagai mahasiswa yang mencoba sibuk dengan mengambil banyak pekerjaan belom sanggup buat manage waktu. Hard to say, kalo lo harus bagi semua waktu lo ke semua pihak yang ada di hidup lo.
Lo harus bagi hidup lo buat serius ke kuliah lo, bagi hidup lo buat mencoba mencari pengalaman kerja dan nyari duit sendir, bagi hidup lo buat seneng-seneng sama temen lo dan keluarga lo, bagi hidup lo buat bersyukur dan ibadah sama Allah
Rasanya, waktu 24 jam itu amat sangat kurang buat gue, dalam sehari, rasanya gue gak puas. Terkadang gue ngerasa tidur itu sama sekali gak penting bagi gue yang kerjaannya jadi kelelawar, tapi tanpa tidur gue ga bisa mikir.
Selain lo bagi hidup dan juga waktu lo, lo juga harus bisa bagi fokus. Gimana lo bisa fokus sama kuliah lo kalo lo di kejar banyak deadline? Gimana lo bisa fokus sama kerjaan lo kalo lo lagi berantem sama pacar lo? Ohmeji..
Tapi yah, gue sadar bahwa semua yang gue lakukan, perjuangan yang perlahan ini, usaha kecil ini, pasti suatu saat akan ada hasil yang memuaskan. Jangan sampai lo mempermainkan hidup lo, sebelum hidup yang mempermainkan lo.
Cheerrs :)




Bener kak, Aku yang masih SMA aja bingung ntar gimana kalo udah gede :3 Ok Life is a choice...^^ Kunjungi juga blog ku yah kak ^^ http://reginahalent.blogspot.com/
BalasHapus