Menuju Puncak, Gemilang Cahaya.

Kata orang hidup itu 'tanggung jawab'.

Mari kita bedah.

Udah mau penghujung tahun 2021 nih. 2022 tinggal hitungan hari, ngga sadar masih setia nulis one year throwback disini. Well, this blog gonna be a big storage of memory, tho.

Tapi, sadar gak sih. Semakin kesini tulisan-tulisan gue semakin mengindikasikan kalau, dewasa itu tidak menyenangkan. Dewasa itu, terlalu banyak tanggung jawab yang perlu dipikul. Dewasa itu, semakin serius. Orang-orang jadi susah bercanda kalau udah gede. Disenggol dikit bacok, senggol dikit sewot. Menandakan betapa beratnya -sepertinya- beban hidup yang dipikul dari tahun ke tahun.

Samapun gue juga begitu. Semakin kesini semakin sulit untuk menikmati hidup atau sekedar menikmati waktu untuk hal-hal yang ringan saja. Tahun ini, cobaannya luar biasa beratnya. Walaupun berbeda dengan tahun 2020 yang temanya sungguh melodrama. Kalau tahun ini sih kayaknya temanya lebih ke slice of life kehidupan seorang wanita yang sedang berjuang bertahan hidup kali ya. Hahaha

Berkali-kali burn out soal kerjaan, berkali-kali burn out soal kebiasaan, berkali-kali burn out sama rutinitas. Berkali-kali merasa gila sama hidup yang gitu-gitu aja. Yah, bersyukur saya masih waras sekarang. Bertahan hidup dan tetap berdiri walau terseok melangkahkan kaki. Iya, terseok soalnya kakinya udah kebanyakan jatoh sama nginjek batu kali. Udah licin, basah, salah injek kepleset, pas kepleset jatoh sakit, tapi kalau ga mau keseret air ya, harus berdiri lagi. Ya begitulah, kira-kira.

Berkali-kali pula Tuhan menyelamatkan gue. Kayak gak pernah capek Tuhan tuh bilang kalau gue ga boleh dan harus pantang menyerah.

Tau ngga sih, si sosok kuat tahan banting yang cuek dan gak perduli sama pemikiran orang lain terhadap dia ini punya satu sisi hancur yang kalau kesenggol bakalan rusak dan bikin semua yang ada disekitarnya seakan-akan runtuh.

Tau ngga sih, si sosok maskulin yang cepat dalam mengambil keputusan dan jadi panutan di beberapa bidang ini terkadang lelah juga untuk mengambil keputusan dan menjadi tumpuan banyak orang.

Tau ngga sih, si sosok healer yang suka banget support orang lain dan suka banget bantu orang lain terlebih orang-orang didekatnya ini terkadang juga lelah untuk bantu orang karena tangannya sendiripun bahkan kesulitan buat bantu dia berdiri lagi.

Tau ngga sih, si sosok yang terlihat dewasa didepan orang lain yang selalu mendengarkan keluh kesah orang lain tentang hidupnya dan jadi pendengar yang baik ini juga kadang kesulitan untuk mendengarkan orang lain karena terkadang dia juga perlu didengar.

Tau ngga sih, dewasa itu melelahkan.

Tau ngga sih, si orang yang sepertinya terlihat ambisius dan berusaha mengejar apapun yang dia mau ini terkadang juga lelah untuk lari dan pengen rebahan aja.

Tau ngga, ngga? Yaudah, diem aja makanya.

Tapi, tapi ya. Dengan banyaknya ups and downs yang terjadi beberapa tahun terakhir memang menurut gue terlihat seperti tuhan memaksa gue untuk naik level sebanyak-banyaknya. Dengan membukakan gue akan banyak kejadian dan kenyataan. Dengan membukakan gue untuk melihat banyak hal, dan sudut pandang.

Banyak pengalaman juga yang bisa gue ambil walaupun gue terkesannya 'dirumah aja'. Walaupun, ya. So sorry gue pun sudah berkali-kali jenuh dengan kata 'dirumah aja' dan ngga pernah kemana-mana. Jiwa petualang gue meronta-ronta.

27 Tahun, tahun depan. Dan gue masih tidak menyangka gue sudah hidup sejauh itu. Keknya kemaren gue masih 23 deh, hahaha. Kok tau tau gue 27 ya sekarang, gue skip kali ya.

Dengan bisa hidup sampe 27 Tahun saja banyak hal yang bisa gue syukuri kok. Masih bisa makan enak, masih punya tempat tinggal, masih punya kendaraan, masih punya device yang mumpuni buat cari uang, masih dikasih ketemu sama orang-orang yang baru, masih dikasih kesempatan untuk dapetin kesempatan baru. Walaupun memang tidak seheboh tahun-tahun sebelumnya.

2022 gue punya resolusi yang sangat besar. Semoga resolusinya ngga runtuh lagi kali ini. Yuk, bisa yuk~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

What If...

[Semester 1] Senayan City - Pasar Minggu

Hello, 30 minus 1.