Hello, 2024. Are you okay?

Hi, it's me. It's been a long-long-long journey and always back here, to evaluate a whole year in 2023.

Entah, kenapa agak telat di tahun ini, tapi setidaknya gue selalu ingat kalau tempat ini adalah tempat dimana gue mencurahkan semua yang terjadi, di satu tahun belakangan. Either good or bad, happy or sad.

Hal yang pertama yang paling pengen gue sampaikan adalah, gue bangga banget sama lo Uy. Gue bangga banget karena udah bertahan sejauh ini. Mencapai tahun ke 28 lo hidup di dunia ini bukan sesuatu hal yang mudah untuk dilalui. Terlebih 2020-2022 adalah memori, yang mungkin lo gak bakal bisa lupain dan lo gak mau sama sekali balik ke tahun tersebut.

Keterpurukan dari sekian sisi di tahun 2020-2022 lo, membuat lo jadi yang sekarang. Iya. Lo yang sekarang.

Gak mudah buat banyak orang, bisa lalui tahun-tahun tersebut dan bangkit dan tetap berdiri tegak sebagaimana lo semestinya.

Di menuju akhir 2019, lo sangat percaya bahwa Tuhan telah menjawab doa lo. Lo diberikan sebuah anugrah yang pada saat itu lo anggap adalah berkah dan hasil dari jerih payah lo sebelum-sebelumnya, lo bersyukur bukan main.

Sampai pada akhirnya, di tahun 2020 semua cobaan datang dari berbagai macam sisi, semua sisi ketegaran lo dihajar sampai remuk, otak, hati, perasaan lo dipaksa untuk bekerja lebih dari biasanya untuk bisa tetap 'waras', dan itu terus terjadi ke 2021 sampai akhirnya banyak tindakan-tindakan gak masuk akal yang lo ambil karena mungkin lo goyah ketika lo berusaha untuk tetap 'waras'.

2021 in between, dimana lo kembali merangkak untuk bangkit tapi masih dihajar dan dilempari batu dari segala sisi. Lo tau, yang lo jalanin itu sakit, lo tau yang lo jalanin itu pedih, lo tau yang lo jalanin itu melelahkan tapi lo tetap berjuang untuk merangkak, berdiri, jalan, lalu lari sejauh yang lo bisa.

2022, awal menuju pertengahan merupakan awal dari perlawanan lo. Lo berusaha untuk memutar balikkan semua keadaan, lo berusaha bikin benteng, bikin tameng, bikin armor yang super-duper tebel, sampai akhirnya dipenghujung 2022 lo sadar bahwa pada akhirnya apa yang lo perjuangkan beberapa tahun tersebut berakhir dengan baik.

2023, awal dari tahun perayaan lo. Lo tidak punya ekspektasi banyak tentang apa yang terjadi di tahun 2023, tapi lo punya banyak list mimpi yang pengen lo capai. lo punya banyak mimpi yang pengen lo kejar, sampai akhirnya lo gak perduli sama sekali sama omongan orang. Lo gak perduli dan bahkan gak pernah lihat kiri dan kanan lagi untuk lari. Maju terus tanpa perduli kiri kanan lo ada apa.

Di tahun 2023 ini, lo mungkin sempat ada moment dimana lo in between bersyukur dan bertanya-tanya pada Tuhan. Tuhan, apakah ini anugrah darimu? Lo merasa sangat tenang, damai, menjalani hidup dengan baik dan lo sangat-sangat-sangat 'living in the moment'. Lo menikmati semua hal yang terjadi di hidup lo, bekerja dengan baik, bersosialisasi dengan baik, menolong orang banyak. Sampai pada akhirnya tuhan berikan lagi sedikit cobaan  yang membuat phase lari lo berkurang sedikit.

A bunch, of suprises. That's what I called 2023. A lot of unexpected things is happen in 2023 makes you think and questioning God plan for you. You see a glimpse that god want you to be a better person, to be a more mature person by learning from surrounding. God let you see, what's happen surround you, what people feel, what people see, what people have been thru and God sending them to you, so you can learn that your life is way-way-way more fucking way better than them.

I remember you sat down on your bedroom and think deeply. Why? Why I feel like my life is okay? My whole life is totally, okay. Good enough to make you can live in the moment and enjoy everything  you have.

Sampai pada akhirnya, gue sadar kalau, untuk apa hidup, kalau jadi gak berguna buat orang-orang disekitar lo? Untuk apa hidup, hanya untuk perduli diri sendiri dan mengacuhkan orang lain?

Gue yakin, tiap-tiap manusia dimuka bumi ini punya tujuan hidupnya masing-masing. Mereka punya tempat dan porsi masing-masing sesuai sebagaimana mereka ditempatkan.

Walaupun gue, belum seratus persen tau apa tujuan hidup gue yang sesungguhnya, yang gue tau adalah Tuhan menitipkan banyak hal ke gue yang sebaiknya gue gunakan  untuk membantu orang-orang disekitar gue, orang-orang terdekat dan saudara-saudara gue. Perduli sama sanak saudara salah satunya.

Gue percaya bahwa apa yang kita lakukan diluar sana akan menjadi timbal balik kekita kedepannya, baik dan buruk apapun yang kita lakukan dibumi ini akan dibalas sama semesta, secara langsung atau tidak langsung. 

Gak banyak yang bisa gue sampein di 2023 recap ini, tapi yang jelas, terimakasih 2023. Telah menjadi turning point hidup gue dari beberapa tahun lalu. Hopefully, 2024 would be more-more-more better than before.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

What If...

[Semester 1] Senayan City - Pasar Minggu

Hello, 30 minus 1.